The Kasariyans

Paduan cinta Antonius Sarijo dan Caroline Djumijati berkembang beranak cucu. Perjalanan yang terpetakan oleh anak cucu tak selalu sempurna, tapi justru membentuk The Kasariyans Family menjadi gambar yang penuh warna, kaya bentuk dan corak.

My Photo
Name:
Location: Jakarta, Indonesia

A freelance teacher trainer specializing in English Teaching. Feel free to contact me at kunherrini@yahoo.com, +62-21-8804209 or mobile at +62812-997-1158 or find me Facebook

Saturday, August 16, 2008

Friendship Through Culture




I am learning. In every step I take.


Today I spared my time entertaining 3 friends, Karen Konnerth from Calliope Puppet, Michi Tomioka - a Japanese Javanese Dancer, and Gaura Mancacarita Dipura - an Australian born Dalang. Leaving the house I felt a bit guilty for not staying at home and participated in the preparation the Aug 17th festivities. But takig the three of them to Wawan Ajen Gunawan's house and meeting the kids, and continuing with the fostering friendship chats, I felt so blessed.

Not only did I connect those experts together, but I also learned a lot about culture and how to apreciate our culture.


Now I have Chepot home, given by Pak Wawan.

It will remind me of the treasure I got today.



Wednesday, September 26, 2007

The Third Generation


From the first child, Brigitta Prih Hermiyati who married with Sukana,
there are grandchildren, Sigit and Riris.


Monday, April 09, 2007

The Kasariyans


Berawal dari kasih seorang Antonius Sarijo dan Caroline Djumijati, kini terpencar sejauh Bekasi dan Yogyakarta, 6 anak, dan 7 cucu (hampir 8 - very soon). Kasih mereka yang tertempa berbagai keadaan dan godaan berbuah keunikan sebuagh keluarga besar yang penuh dinamika, keluarga yang sangat nyata, sangat lugas, sangat normal.

The Kasariyan bukan sebuah keluarga teladan sempurna, yang patut menuai puja-puji, tapi sebuah keluarga ebsar yang memang berwarna pelangi. Ada yang merah, hijau, kuning, biru, ada yang ceria, yang optimistis,

yang senantiasa cemberut dan mengeluh, dan ada yang selalu mencipta tawa dan canda. Lengkap dengan segala ciri khas masing-masing. Ada yang hobi masak, makan, mancing, tidur, belanja, dan lain-lain. Lengkap seperti rasa permen nano-nano yang sekarang sudah mulai susah didapat.

Dan yang membuat aku tersenyum bangga, Bapak-Ibu dan kami semua, tidak pernah merasa ingin dan harus merubah ini-itu, hingga kami menjadi merasa kembar. Beliau membiarkan kami tumbuh, berkembang dan menua, sesuai karakter kami masing-masing. Dan dalam kesempatan-2 tertentu, aku tersenyum mengingat semuanya. Mereka memang sangat bijaksana, dalam kapasitas mereka masing-masing.

Well, I am proud to be part of the Kasariyans....